Oleh : Inayatus Sholikhah
Judul buku : Memutus lingkaran setan kemiskinan
Nama pengarang : Maswan, Drs.
Nama penerbit : Karsa manunggal Indonesia
Tempat terbit : Jl. Raya Jepara Bangsri Km 09 Mlonggo Jepara Jateng
Tahun terbit : 20 mei 2008
Tebal buku : 40 Halaman
Harga buku : Rp 5.000,-
Maswan, lahir di Jepara, 21 april 1960. Tempat kelahiran di desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara. Beliau adalah sosok yang penuh dengan semangat dalam menjalani hidup, penuh dengan Abisius dan Optimisme dalam menggapai keinginanya. Beliau adalah sosok yang pintar, mandiri, ulet dan tekun. Untuk meraih sebuah kesuksesan, Beliau harus banyak berusaha, beliau memanfaatkan ketrampilan seni ukir dan seni dekorasi tulis menulis huruf yang ditekuninya sejak kecil untuk dapat menyelesaikan kuliahnya,. Selain dua ketrampilan di atas, Beliau juga sering menulis Berita dan Artikel di beberapa media. Terdorong oleh percikan ide spontan, karena melihat realitas kehidupan anak-anak sekolah menengah tingkat atas ( SMTA ), baik dari madrasah Aliyah ( MA ) dan sekolah menengah atas ( SMA ) yang seharusnya tidak berhenti sekolah, ada pintu lolos untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ( PT ), atau lulusan sekolah menengah kejuruan ( SMK ) yang belum siap pakai bekerja, namun banyak yang kandas, tidak dapat melanjutkan. Banyak lulusan SMA,MA dan SMK yang prestasinya cukup baik, justru tidak melanjutkan ke perguruan tinggi ( PT ), lantaran orang tuanya tidak mampu ( miskin ). Realitas yang dapat kita lihat, yang dapat kuliyah di perguruan tinggi adalah mereka yang ekonomi orang tuanya mapan atau dapat di katakan anak dari orang kaya. Maka di sela-sela keprihatinan ini, buku ini muncul dengan label judul, Memutus lingkaran setan kemiskinan, kiat sukses kuliyah sambil bekerja.
Kepedulian dan keprihatinan perlu kita miliki, jika kita menengok kanan kiri tentang masalah hidup. Kenyataan hidup yang kita lihat, kita rasakan dan kita lakukan ini, Seolah-olah ada diskriminasi hak-hak kehidupan, bahwa perguruan tinggi ( PT ) hanyalah milik orang-orang kaya saja. Sementara orang-orang miskin hanya dapat menggigit jari dan sebagai penonton bagaimana indah dan megahnya sebagai kampus perguruan tinggi. Padahal mereka juga mempunyai hak hidup sebagai penghuni kampus tersebu. Mereka hanya menjadi penonton dari luar arena kampus, lantaran kemiskinan. Mereka yang miskin itu sebenarya, tidak terlalu bodoh untuk duduk di bangkau perguruan tinggi, namun karena biaya, mereka akhirnya tersingkir dari kehidupan kampus, yang konon sebagai “kawah cendra di muko” keilmuan bagi generasi muda.
Buku ini di tulis, ada tujuan baik, setidaknya, sebagai bacaan orang-orang miskin yang terlantar tersebut dapat termonivasi berjuang untuk hidup berwiraswasta, kemudian hasilnya dapat di gunakan untuk masuk ke perguruan tinggi seperti yang di cita-citakan, sehingga tidak menjadi seseorang yang selalu terbelakang.
Buku ini apa boleh di baca oleh orang kaya? Jawabanya,boleh!. Jika ada orang kaya yang membaca buku ini, atau konglomerat serta pnguasa pemerintah, akan menjadi sebuah pembelajaran. Bahkan mungkin ada sebagian orang kaya, konglomerat dan penguasa pernah menjalani hidup miskin, lantaran etos kerja dan semangat hidupnya yang kuat, sehingga berakhir dengan sukses. Jika demikian, buku ini sebagai memori, betapa susahnya hidup miskin itu. Orang kaya atau pemerintah, justru dengan membaca buku ini, diharapkan juga ikut berfikir positif dan mendukung generasi muda yang mempunyai semangat berwiraswasta sambil kuliyah dengan cara menyuntuk dana sebagai modal melangkah. Dengan ikut membantu mereka yang miskin, pertanda masalah kebodohan dan keterbelakangan, yang konon bersumber dari kemiskinan ini akan teratasi dengan mudah, kalau hal ini tidak mendapat penanganan serius, maka selogan yang kaya makin pandai, yang miskin makin bodoh, akan terus berlanjut sepanjang zaman.
Tidak banyak dan mungkin jarang sekali di temuka buku yang membahas tentang masalah-masalah seperti ini, yang sebenarnya sangat penting bagi kehidupan dan kualitas seorang individu, Apalagi dengan adanya tuntutan zaman, yang semakin maju, sehingga menuntut kita untuk menjadi seorang individu yang berkualitas, dan mampu untuk bersaing dalam kehidupan. Buku ini adalah buku yang tepat bagi kita untuk memberikan arahan-arahan pada diri kita agar bisa memutus lingkaran setan kemiskinan yang membuat kita tidak mendapatkan hak-hak kita untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, jika kita tidak mampu untuk memutus lingkaran kemiskinan dalam diri kita, maka kemungkinan 99% yang terjadi adalah kita akan tersingkir dari kehidupan yang berkualitas, karena ketatnya persaingan di Era Globalisasi ini. Untuk itu kita harus memikirkan pendidikan untuk diri kita, karena itu sangat berpengaruh pada perkembangan hidup kita .
Buku ini mempunyai sesuatu yang menarik untuk kita baca, seperti memberikan ucapan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM untuk memulai berwiraswasta. Memberikan arahan untuk kita tentang bagaimana cara berwiraswasta dengan baik sambil berkuliah agar dapat seimbang. Buku ini juga memberikan dorongan untuk kita agar selalu optimis dalam berusaha, membuat kita percaya diri, dan menyakinkan kita bahwa meskipun kita dari keluarga yang pas bahkan kurang atau bisa di katakan “miskin”, kita juga bisa menjadi seperti orang-orang yang berlimpahan harta “kaya” dalam memperoleh pendidikan dan kehidupan yang lebih baik dan layak, serta masa depan yang gemilang.
Jika di bandingkan dengan buku-buku yang lain, buku ini lebih unggul dalam menyampaikan masalah dan lebih mudah untuk kita pahami. Buku yang di kemas dalam bentuk yang mini ini mempunyai banyak pengetahuan untuk kita pelajari, buku ini juga cukup lengkap dan sangat bagus bagi para pelajar yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi.
Menurut saya buku ini mempunyai kekuatan pada penyajian isinya yang sangat rinci dalam memberikan pengertian atau arahan untuk para pembaca.
Dan saya tidak menemukan kelemahan pada buku ini, buku ini cukup berkualitas, terjangkau dan cocok untuk generasi muda di Era modern ini.
Penting bagi anak, penting bagi siswa-mahasiswa dan penting bagi generasi muda bangsa untuk membangun dirinya masing-masing secara mandiri dengan cara belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang di harapkan dapat di gunakan sebagai pegangan hidup pada masa yang akan datang agar tidak miskin, bodoh dan terbelakang.
Penting bagi orang tua yang untuk mempersiapkan dan memperhatikan pendidikan anak-anaknya, agar dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Penting bagi guru untuk mendidik murid-muridnya agar dapat memperoleh bekal ilmu untuk mencapai sebuah cita-cita, penting juga bagi masyarakat untuk mengarahkan generasi penerusnya agar menjadi manusia yang berketerampilan. Penting bagi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang di alami rakyat-bangsanya. Agar tidak tertinggal dengan negara-negara maju lain.
Keuntungan yang dapat kita ambil dari buku ini adalah bahwa kita tahu orang miskin juga bisa kuliyah di perguruan tinggi sehingga memperoleh masa depan yang cerah, dengan arahan-arahan dan cara-cara yang telah di tulis dalam buku ini, untuk itu penting bagi pelajar yang ingin berkuliyah tetapi terhambat pada biaya untuk membaca buku ini, insya Allah melalui buku ini kita bisa memperoleh jalan untuk itu.